Model Problem-Based Learning Berbasis Deep Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa Sekolah Menengah Kejuruan
DOI:
https://doi.org/10.24036/jeve.v2i2.81Keywords:
Problem-Based Learning, Deep Learning, hasil belajar, instalasi motor Listrik, pendidikan vokasiAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan model Problem-Based Learning berbasis Deep Learning pada mata pelajaran Instalasi Motor Listrik. Perubahan hasil belajar dianalisis berdasarkan perbandingan nilai pretest dan posttest, N-Gain Score, N-Gain Percent, serta persentase ketuntasan belajar siswa kelas XI TITL 2 di SMK Negeri 5 Padang. Penelitian kuantitatif ini menggunakan pre-experimental design dengan rancangan one group pretest-posttest design pada kelas XI TITL 2 tahun ajaran 2026/2027. Hasil tes objektif sebelum dan sesudah perlakuan dianalisis melalui statistik deskriptif, N-Gain Score, N-Gain Percent, serta ketuntasan belajar. Perbandingan kedua pengukuran memperlihatkan peningkatan capaian siswa. N-Gain menunjukkan peningkatan kategori sedang, sedangkan N-Gain Percent termasuk kriteria cukup efektif. Sebagian besar peserta juga telah memenuhi Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Temuan ini mengindikasikan bahwa PBL berbasis Deep Learning dapat menjadi alternatif pembelajaran Instalasi Motor Listrik yang mendukung penguasaan materi, meskipun diperlukan pendampingan bagi siswa yang belum tuntas. Perubahan yang diharapkan setelah penerapan pembelajaran terlihat pada cara siswa memahami dan menyelesaikan persoalan Instalasi Motor Listrik. Sebelum perlakuan, siswa cenderung berorientasi pada penyelesaian rangkaian berdasarkan contoh dan instruksi jobsheet. Setelah perlakuan, kegiatan pembelajaran diarahkan agar siswa terlebih dahulu mengidentifikasi masalah, mencari informasi yang relevan, menganalisis fungsi komponen dan hubungan antarkomponen, kemudian memberikan alasan terhadap solusi yang dipilih. Perubahan proses tersebut diikuti oleh perubahan capaian hasil belajar yang diukur melalui pretest dan posttest. Dengan demikian, insight penelitian tidak hanya terletak pada peningkatan skor, tetapi juga pada perubahan aktivitas belajar dari mengikuti prosedur menuju pemahaman dan penalaran terhadap persoalan teknis
References
[1] Kemendikbudristek, Panduan Pembelajaran dan Asesmen Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, Edisi Revisi 2025, 2025.
[2] F. P. Arviani, D. Wahyudin, and L. Dewi, “The Effectiveness of Problem Based Learning Model in Improving Students’ Higher Order Thinking Skills,” JPI (Jurnal Pendidikan Indonesia), vol. 12, no. 4, pp. 627-635, 2023, doi: 10.23887/jpiundiksha.v12i4.65606.
[3] M. I. A. Az-zarkasyi and H. Hindun, “Penerapan Metode Problem Based Learning (PBL) dalam Kurikulum Merdeka,” Guruku: Jurnal Pendidikan dan Sosial Humaniora, vol. 2, no. 1, pp. 69-80, 2023, doi: 10.59061/guruku.v2i1.562.
[4] M. Nurtanto and H. Sofyan, “Implementasi Problem-Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Kognitif, Psikomotor, dan Afektif Siswa di SMK,” 2015.
[5] Syafi’i, Ahmad, and Darnaningsih, “Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning: Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning,” 2025, doi: 10.47945.
[6] R. Meirina, J. Sartini, D. Nurwahidiansyah, L. V. Meirissa, I. Rokhaniah, and A. Kartikasari, “Implementasi Pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) dalam Pembelajaran PAI di Sekolah Dasar,” vol. 9, 2025, doi: 10.31004/basicedu.v9i5.10764.
[7] D. Ardhana, S. Fajrina, and R. Fitri, “Implementasi Problem Based Learning Berbasis Deep Learning untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Siswa pada Materi Sistem Ekskresi di SMA,” 2025.
[8] D. T. Lestari, E. Juliyanto, and N. Dewantari, “Keefektifan Model Problem Based Learning Berbasis Isu Sosiosaintifik untuk Meningkatkan Penguasaan Konsep IPA dan Kemampuan Pemecahan Masalah Siswa SMP,” Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran IPA Indonesia, vol. 14, no. 3, 2024.
[9] J. Julia, S. Ristanto, A. F. Kurniawan, and N. Khoiri, “Problem Based Learning and Deep Learning Approach Effects on Student Learning Outcomes,” Unnes Science Education Journal, vol. 14, no. 3, pp. 490-499, 2025, doi: 10.15294/usej.v13i1.25483.
[10] M. A. Annawa UBM, F. Anik, D. N. Putra, K. Al Fachri, and I. Silvi, “Pengaruh Model Problem-Based Learning Berpendekatan Deep Learning terhadap Higher Order Thinking Skills dan Motivasi Belajar Siswa,” 2025.
[11] R. R. Hake, “Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses,” 1998, doi: 10.1119/1.18809.
[12] Sugiono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D, 2016.
[13] Y. F. Ambarwati and I. Ismiyati, “Analisis butir soal pilihan ganda ulangan akhir semester genap mata pelajaran kearsipan,” Measurement in Educational Research, vol. 1, no. 2, pp. 64-75, 2021, doi: 10.33292/meter.v1i2.144.
[14] M. Solichin, “Analisis Daya Beda Soal, Taraf Kesukaran, Validitas Butir Tes, Interpretasi Hasil Tes dan Validitas Ramalan dalam Evaluasi Pendidikan,” Dirāsāt: Jurnal Manajemen & Pendidikan Islam, vol. 2, no. 2, pp. 192-213, 2017.
[15] C. E. Hmelo-Silver, “Problem-Based Learning: What and How Do Students Learn?,” Educational Psychology Review, vol. 16, no. 3, pp. 235–266, 2004, doi: 10.1023/B:EDPR.0000034022.16470.f3.
[16] J. R. Savery, “Overview of Problem-Based Learning: Definitions and Distinctions,” Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, vol. 1, no. 1, pp. 9–20, 2006, doi: 10.7771/1541-5015.1002.
[17] E. H. J. Yew and K. Goh, “Problem-Based Learning: An Overview of Its Process and Impact on Learning,” Health Professions Education, vol. 2, no. 2, pp. 75–79, 2016, doi: 10.1016/j.hpe.2016.01.004.
[18] J. Strobel and A. van Barneveld, “When is PBL More Effective? A Meta-synthesis of Meta-analyses Comparing PBL to Conventional Classrooms,” Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, vol. 3, no. 1, 2009, doi: 10.7771/1541-5015.1046.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Electrical Vocational Education

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain the copyright. Articles are licensed under an open access Creative Commons CC BY 4.0 license, which means all papers can be downloaded, shared, and reused without restriction, as long as the original authors are properly cited. These conditions allow for maximum use and exposure of the work, while ensuring that the authors receive proper credit.
In exceptional circumstances, articles may be licensed differently. If you have a specific condition (such as one linked to funding) that does not allow this license, please mention this to the editorial office of the journal at submission.
