Pengalaman Pembelajaran Mata Kuliah Metode Mengajar Khusus dengan Keberhasilan Pelaksanaan Praktik Lapangan Kependidikan

Authors

  • Windi Nainggolan Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang Author
  • Elfizon Departement of Electrical Engineering Universitas Negeri Padang Author

DOI:

https://doi.org/10.24036/jeve.v2i2.84

Keywords:

learning experience, Special Teaching Methods, teaching practicum, electrical engineering education, correlation

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pengalaman pembelajaran mata kuliah Metode Mengajar Khusus (MMK) dengan keberhasilan pelaksanaan Praktik Lapangan Kependidikan (PLK) mahasiswa Pendidikan Teknik Elektro Universitas Negeri Padang, ditinjau dari arah, kekuatan, dan signifikansi hubungannya. Penelitian kuantitatif dengan desain korelasional ini melibatkan 48 mahasiswa angkatan 2022 yang ditentukan melalui sampling jenuh. Pengalaman pembelajaran MMK diukur dengan angket skala Likert 25 butir pada lima dimensi (simulasi mengajar, perancangan pembelajaran, pengelolaan kelas, penggunaan media dan teknologi, serta refleksi dan umpan balik) yang valid dan reliabel, sedangkan keberhasilan PLK diperoleh dari dokumentasi nilai akhir PLK. Data dianalisis dengan statistik deskriptif, uji Shapiro-Wilk, uji linearitas, korelasi Product Moment Pearson, uji t, dan koefisien determinasi. Pengalaman pembelajaran MMK berada pada kategori tinggi (rata-rata 94,10), sedangkan nilai PLK seluruhnya berada pada kategori sangat tinggi. Terdapat hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel. Koefisien determinasi sebesar 0,339 menunjukkan bahwa 33,9% variasi nilai PLK berkaitan dengan pengalaman pembelajaran MMK, sedangkan 66,1% berkaitan dengan faktor lain. Rata-rata skor kelima dimensi pengalaman pembelajaran relatif seimbang (3,74–3,80 per butir, sehingga kontribusi masing-masing dimensi tidak dapat dibedakan. Temuan ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang menilai pengalaman pembelajaran MMK lebih baik cenderung memperoleh nilai PLK yang lebih tinggi, tanpa menyiratkan hubungan sebab-akibat. Kontribusi penelitian ini adalah bukti empiris keterkaitan pengalaman pembelajaran MMK dengan nilai resmi PLK, yang dapat menjadi landasan pengembangan desain pembelajaran MMK pada Program Studi Pendidikan Teknik Elektro, Universitas Negeri Padang.

References

[1] Republik Indonesia. (2005). Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

[2] Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2023). Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 53 Tahun 2023 tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi.

[3] Kolb, D. A. (1984). Experiential Learning: Experience as the Source of Learning and Development. Englewood Cliffs, NJ: Prentice Hall.

[4] Kolb, A. Y., & Kolb, D. A. (2005). Learning styles and learning spaces: Enhancing experiential learning in higher education. Academy of Management Learning & Education, 4(2), 193–212.

[5] Putra, A., & Ahyanuardi, A. (2022). Pengaruh metoda mengajar khusus, praktik lapangan kependidikan dan efikasi diri terhadap kesiapan menjadi guru. Jurnal Pendidikan Teknik Elektro, 3(2), 218–225.

[6] Täschner, J., Dicke, T., Reinhold, S., & Holzberger, D. ([tahun]). “Yes, I can!” A systematic review and meta-analysis of intervention studies promoting teacher self-efficacy. Review of Educational Research, volume, [halaman]. https://doi.org/10.3102/00346543231221499

[7] Saputri, D. A., Murtinugraha, R. E., & Arthur, R. (2023). Kontribusi respon mahasiswa pada pembelajaran micro dan capaian pembelajaran (CP) micro terhadap capaian pembelajaran (CP) praktik kependidikan di PTSP FT UNY. Jurnal Pendidikan Teknik Bangunan, 3(2), 169–198.

[8] Sibiani, N. I., Hariyanto, V. L., & Yudianto, A. (2024). The contribution of microteaching achievements and teaching readiness to teaching practicum achievements in the civil engineering and planning education study program, Faculty of Engineering, Yogyakarta State University. Jurnal Pendidikan Teknik Sipil, 6(1), 1–10.

[9] Marnoko, & Rahayu, S. (2024). Pengaruh microteaching terhadap kemampuan mengajar mahasiswa pada saat Praktik Lapangan Kependidikan (PLK). Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial, 5(1), 453–462.

[10] Astuti, M., Kanada, R., Suryana, I., Miranti, M., Andini, A., Jannah, M., & Sadina, B. (2024). Microteaching sebagai pusat sumber belajar di era digital. Jurnal Basicedu, 8(3), 2430–2437.

[11] Pfitzner-Eden, F. (2016). Why do I feel more confident? Bandura’s sources predict preservice teachers’ latent changes in teacher self-efficacy. Frontiers in Psychology, 7, Article 1486.

[12] Hardianti, E., & Listiadi, A. (2021). Pengaruh kompetensi pedagogik, kompetensi profesional terhadap kinerja pengenalan lapangan persekolahan mahasiswa Pendidikan Akuntansi. Jurnal Pendidikan Akuntansi (JPAK), 9(1), 95–103.

[13] Pusat Program Pengalaman Lapangan. (2022). Pedoman Praktek Lapangan Kependidikan. LP3M Universitas Negeri Padang.

[14] Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D (Edisi ke-3). Bandung: Alfabeta.

[15] Arikunto, S. (2019). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

[16] Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality (complete samples). Biometrika, 52(3–4), 591–61.

Published

11/06/2026

How to Cite

Pengalaman Pembelajaran Mata Kuliah Metode Mengajar Khusus dengan Keberhasilan Pelaksanaan Praktik Lapangan Kependidikan (W. Nainggolan & Elfizon, Trans.). (2026). Journal of Electrical Vocational Education, 2(2), 129-137. https://doi.org/10.24036/jeve.v2i2.84